Hilang dan hampir tenggelam!!! ... cuplikan kata ataukah inti dari cerita ini.

ketik ... delete ... ketik ... delete ... 
akhirnya hilangkan 2015, 2016, 2017, 2018, 2019 dan sekarang 2020!!!!

Setelah berjuang menghadapi ketik delete dan ketik delete akhirnya ku beranikan diri menceritakannya semua kepada bloggy dan sekarang sudah 2020 😭. Maafkan aku bloggy, aku tak bermaksud melupakanmu tetapi memang ada hal-hal yang membuatku stuck berhenti dan mengikuti terus waktu yang berjalan. Semoga memory dikepala ku ini bisa mengingat kejadian 6 tahun yang lalu.



Allah berfirman dalam surat Al Baqarah ayat 286 :

لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا ۚ لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا اكْتَسَبَتْ ۗ رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَا إِنْ نَسِينَا أَوْ أَخْطَأْنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهِ ۖ وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا ۚ أَنْتَ مَوْلَانَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ
Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdoa): “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri ma’aflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir.”

Saya mengawali cerita 2015 dengan potongan ayat tersebut.

Jadi 2015 merupakan masa transisi seorang eka. Dimana Allah telah memberikan kebahagian, duka, syukur dan kasih sayang.

Alhamdulilah pada 1 Juni 2015 telah lahir putri pertamaku bernama Aylin Lavinia Syakaroh (Gadis yg menjadi cahaya kelurga yg mandiri dan selalu beryukur). Nama indah yg menjadi doa kami untuk putri pertamaku.
Kami sangat bahagia sekali tanpa menyadari hal yg membalikkan dunia akan tiba. Dua hari setelah kelahiran putriku, dokter anak memanggilku dan menjelaskan bahwa anakku mengalami down sindrome. Down syndrome (DS) adalah suatu kelainan genetik yang terjadi ketika bayi yang dikandung memiliki tambahan kromosom 21, baik salinan penuh atau hanya sebagian, yang terbentuk saat perkembangan sel telur, sperma, atau embrio. (Klik : Penjelasan Tentang Down Sindrome ).

Kiamat mendatangi keluarga kecilku yang belum genap berusia setahun.
Adapakah ini ya Allah? Kenapa harus hamba ya Allah? Apa salahku ya Allah?

Ribuan pertanyaan mengisi kepalaku dan kekosongan hatiku selalu menuntut jawaban dari Allah. Semua itu terus berputar tanpaku memandang wajah putriku yang selalu mengharapkan belaian kasih sayangku.

Air mata terus membanjiri kelurga kecilku. Suami yg aku cintai juga ikut down memikirkan nasib putri kecilnya. Bahkan jarang ku lihat dia makan nasi dengan penuh semangat. Semua nampak berduka dan seakan tiadak ada solusi untuk putri kami.

Tiga bulan berlalu tetap diselimuti duka. Hingga suatu hari saat sedang menyusui saya sedikit lelah dan mengantuk hingga hampir tertidur dan tiba2 aku tersentak terbangun dari lelap tidurku sesaat karna ada sentuhan lembut dari jari mungil milik putriku. Ternyata dua bola mata yg indah itu sedang memandang wajahku tanpa berkedip. Masyaallah indahnya pandangan itu.

Tatapan indah nan suci seolah berbisik "Bu, aku sayang ibu".

Barulah ku sadar bahwa gadis kecil tak berdosa ini sangat cantik, tatapannya yg teduh menyejukkan hatiku.

أستغفر الله‎
اَللّهُمَّ اغْفِرْلِيْ 

Ya Allah selama ini aku terus menuntut jawaban darimu tanpa memikiran perasaan putriku. Tanpa memikirkan kebahagian, kesehatan dan kenyamannya.

Akhirnya mulai hari itu aku dan suami bangkit belajar merawatnya, mencitainya dan yg lebih utama kami belajar bersyukur. Apapun yg terjadi kami harus bersyukur terus dan selamanya.

Hari - hari kami lalui penuh dengan cinta tanpa air mata dan hanya kebahagiannya. Kami mulai ikut komunitas POTADS ( Persatuan Orang Tua Down Sindrom.). Dari komunitas ikut kami bertemu dengan pasutri yg mengalami hal yg serupa, kita saling menyemangati dan memberikan saran serta nasihat.

Alhamdulilah banyak yg merangkul keadaan kami. Suport terus berdatangan dari keluarga, sodara, teman dan lingkungan kami. Bahkan mereka selalu memandang putri kami sama seperti bayi yg lainnya.

Namun disela kebahagian dan rasa syukur kami, ternyata Allah berkehendak lain. Allah lebih menyayangi putri kecil kami. Tanpa sakit yg berat dan hanya menginap satu malam di rumah sakit karna gangguan sesak nafas. Allah telah memanggil putri kami ke surganya tepat pada tanggal 10 Januari 2015.

Hatiku berat sekali tapi memang dari awal kami sudah berkomitmen untuk ikhlas menghadapi apapun yg terjadi pada putri kami. Dan ternyata memang hal ini yang menurut Allah terbaik untuk kami.

Ya Allah tiga bulan hampa menyia2kan kehadirannya dan tiga bulan hampa mulai mencintainya tetapi ternyata saat kami mulai ikhlas, Allah memutuskan untuk mengambil putri kecil kami.

Kami ikhlas ya Allah, kami tahu ini yg terbaik untuk kami.

Semoga putri kami bahagia selalu disana. Dan semoga kita semua dapat berkumpul kembali disurganya.

Cinta kami tidak akan pernah hilang dan rindu kami akn terkirim bersama doa yg selalu kami panjatkan.

Ibu sayang Aylin Lavinia Syakaroh / Ramadhania Anggita Handayani


اَللَّهُمَّ اغْفِرْلَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَعْفُ عَنْهُ، وَأَكْرِمْ نُزُلَهُ، وَوَسِّعْ مَدْخَلَهُ، وَاغْسِلْهُ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ، وَنَقِّهِ مِنَ الْخَطَايَا كَمَا نَقَّيْتَ الثَّوْبَ الْأَبْيَضُ مِنَ لدَّنَسِ.
وَأَبْدِلْهُ دَارًا خَيِرًا مِنْ دَارِهِ، وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهِ، وَأَدْخِلْهُ الْجَنَّةَ، وَأَعِذْهُ مِنْ عَذَا بِ الْقَبْرِ أَوَمِنْ عَذَابِ النَّرِ
Artinya:
“Ya Allah, ampuni dan rahmatilah dia. Selamatkanlah dan maafkanlah dia. Berikan kehormatan untuknya, luaskanlah tempat masuknya. Mandikanlah dia dengan air yang jernih lagi sejuk. Bersihkanlah dia dari kesalahan sebagaimana Engkau bersihkan baju yang putih dari kotoran. Gantikanlah baginya rumah yang lebih dari rumahnya, pasangan yang lebih baik dari pasangannya (di dunia). Masukkanlah dia ke dalam surga, lindungilah dari azab kubur dan azab neraka.” (HR. Muslim)