Lebaran hampir tiba .... seperti tahun sebelumnya, aku pasti akan mudik lebih awal dari pada yg lain.
Sampai dimapung lebih awal dan masih bisa solat terawih berjamaah dengan leluasa tanpa harus repot menjawab pertanyaan "kapan mau nikah" karena menjelang lebaran banyak jamaah yg solat dirumah ketimbang di musola.
Musola tempatku solat terawih tidak besar, sederhana dan simpel ... Khotibnya juga tidak berubah masih pakde (anak dari kakaknya simbahku). Bentuk musola yang sama, suasana yang hampir sama dan memandangan kanan kini yang belum berubah juga.
Musola tempatku solat terawih tidak besar, sederhana dan simpel ... Khotibnya juga tidak berubah masih pakde (anak dari kakaknya simbahku). Bentuk musola yang sama, suasana yang hampir sama dan memandangan kanan kini yang belum berubah juga.
Meskipun sang waktu sudah berjalan cukup lama yaitu hampir 6 tahun saya meninggalkan kampung halaman untuk merantau, MUsola tersebut tetap masih hangat menyimpan kisah dan kenanganku akan seseorang.
Sesosok pria yang entah sekarang berada dimana. Pria itu aku juluki pangeran smilely.... Julukan itu meluncur karena hingga saat ini yg aku ingat hanya senyumnya yg khas dan ramah. Sungguh Maha besar Allah yg telah menyempurnakan hidupku untuk bisa berjumpa dengan pangeran Smilely.
Pangeran Smilely tinggal satu kampung denganku... Dia memiliki dua adik dan dia anak sulung.
Awalnya aku hanya mengenal adiknya yg bungsu, dimana si bungsu satu sekolah dengan ku ketika kelas tiga SMP. Jujur aku sama sekali tidak mengenal dengan pangeran smilely. Mungkin karena perbedaan usia yang jauh, dimana saat itu dia sedang menumpuh kelas 2 SMK. Jarak usia yg lumayan buat aku pacarin .... hehehehe
Pertama kali aku kenal ketika bulan ramadhan. Saat bulan Ramadhan dikampungku seperti biasa selalu mengadakan pengajian semacam TPA untuk remaja. Pangeran Smilely yg merupakan salah satu kakak dari peserta TPA pun menjadi sukarelawan untuk memberi tausiyah kepada kami. Saat itulah aku mulai mengenal pangeran smilely. Masih belum terlalu istimewa dihatiku, aku masih menganggapnya sesosok kakak yg cukup ramah dalam mengajar.
Hingga suatu hari, salah satu teman pangeran smilely menyatakan suka padaku. Entah kenapa pangeran smilely menyarakanku untuk jangan berpikir baik - baik sebelum mengambil keputusan. Sebenarnya apa urusan dia hingga menasehatiku seperti itu. Sebut saja sahabat dia yg menembakku bernama Pria X. Menurutku si X sangatlah baik, tampan, lucu dan memang sedikit nakal. Tapi aku memang suka si X saat itu. Pangeran smilely terus menasehatiku agar jangan memilih si X.
Jujur ketika itu aku hanya menuruti emosi darah mudaku... jadi aku menerima si X... Dan terbukti benar apa yg dikatakan oleh pangeran smilely karena menginjak bulan kedua si X mulai ada gejala2 selingkuh. Ya seperti biasa sebelum aku sakit hati maka aku duluan yg harus say good bye duluan. Setelah itu aku sama sekali tidak merasa sakit hati atau apalah selayaknya wanita yg patah hati. AKu sama sekali tidak merasakan hal2 konyol itu. Yang aku rasakan hanyalah rasa cinta yg timbul pada pangeran smilely.
Entak kenapa ... aku seperti merasakan sindrom yg aneh sekali seperti aku rajin berangkat TPA hanya untuk bisa melihat si pangeran, sengaja berangkat terawih dan berada dibarisan yg sama agar bisa memandang bentuk bahunya, punggungnya dan mencuri2 pandang ketika mengucapkan salam di tahiyat terakhir... Ya Allah maafkan aku yg sudah menduakanmu ketika saat itu.
Aku sengaja pulang sekolah duluan agar bisa melihat pangeran pulang meski hanya mengintip dari jendela. Melalui jendela aku juga bisa leluasa melihat senyum dia, kebaikan dia kepada orang lain, keramahan dia dan kelucuan dua ketika bercanda dengan adiknya.
Lalu suatu hariku beranikan diri untuk mengajak janjian agar bisa bertemu di halte bis tempat aku biasa menunggu. Maksud hati ingin mengutarakan isi hati namun mulut tetap membisu. Pagi itu dia memang sudah ada disana menungguku. Menunggu dengan senyum dan kedua tangan ada disaku celana. Waw benar2 cool sekalii ... dan pagi itu juga seharusnya aku mengutarakan perasaanku tetapi mulutku tidak menyampaikannya ... kita malah asik bermain tebak - tebakan sambil menunggu bis yg menuju sekolahanku. Sebenarnya dia sudah bertanya kenapa mengajak dia janjian tetapi aku hanya menjawab bahwa aku ingin curhat soal si X. Huhhhhh munafik sekali si ka... Sumpah itu alasan yang konyoll banget. Alasan yg kampungan. Alhasil pangeran memandangku iba, mungkin dia mengira aku masih sakit hati. Jadi intinya dia berusaha menenangkan hatuku selayaknya seorang kakak menenangkan adiknya.. Payahhhh banget si kaaaaaaaaaaaa
Bener2 payahhh bangett kaaaa.... mungkin saat itu adalah moment yg pas yg buat ngutarain perasaan itu.
Hari - haripun berjalan dengan cepat dan pangeran masih menganggap aku adiknya yg manis :-(... Akhirnya badaipun datang ... seminggu kemudian aku mendengar kabar kalau dia jadian dengan temanku.
Sumpahhhh ancurrr banget hatiku ... mau nangis mau teriak mau apapunlah yg penting hatiku tenangg ... aku ga mungkin nyalahin temenku ato pangeran karena mereka semua tidak tahun perasaanku... aku yg sudah merahasiakan perasaan tersebut tanpa berani menyampaikannya...
Andai pagi itu mulutku mau jujur dan menyampaikan perasaan tersebut mungkin hingga saat ini penyesalan tersebut tidak akan pernah menghantui hari - hariku ... dan tidak akan pernah mengingat kisah itu ketika datang ke musola tersebut.
Entah ini cinta pertama ataukah itu pertama kalinya memendam perasaan tanpa menyampaikannya.
Hal konyol dan bodoh yg pernah aku lakukan yang hingga saat ini terus menghantuiku...
Bagaimana cara menghapus dari ingatan dan hatiku??? :-((

