My New Life Begins

Waw ... nampaknya sudah berbulan - bulan aku melupakan blogy,terakhir update Juli 2014 padahal sekarang sudah ke tahun ganjil yaitu Maret 2015, itu berarti banyak cerita yang sudah tidak tercatat disini. Banyak moment2 yang sudah terlewatkan dalam kehidupan seorang Eka Duwi Handayani. Baiklah mari kita merangkai beberapa kata untuk mengulas semua moment yang sudah terlewatkan tersebut.

Singkat cerita mungkin kehidupanku saat ini bisa gambarkan melalui lagu penyanyi Bruno Mars yang judulnya "today my life begins".

Yay ... kehidupan baruku telah dimulai sejak tanggal 4 Oktober 2014 aku sudah resmi menjadi nyonya Boro Anggit Wibowo .... resmi menjadi seorang istri dan calon ibu ... acara tersebut dibagi menjadi 3 sesi.

Sesi pertama pada tanggal 4 Oktober 2014, dimana akad nikah yg dilaksanakan di KUA Nglipar padahal hari itu sedang merayakan hari idul adha menurut Muhammadiyah.

Sesi kedua pada tanggal 12 Oktober 2014, dimana acara resepsi selama 2 hari berlangsung dengan sederhana. Resepsi tersebut dilaksanakan di rumah orang tuaku di Wonosari.

Sesi ketiga pada tanggal 15 Oktober 2014, dimana kami juga melangsungkan resepsi serta acara adat selama 2 hari di kediaman orang tua mas Boro tepatnya di Purwokerto.

Ketiga sesi itu sangat melelahkan dan memusingkan tapi alhamdulilah berjalan dengan lancar tanpa ada suatu halangan apapun. Sempat terjadi konflik berupa miskom sebelum ketiga acara tersebut dilaksanakan antara aku dan orang tua tapi alhamdulilah dapat diselesaikan dengan baik.

Selain konflik berupa miskom ada juga konflik yg pasti akan mengiringi setiap kegiatan penting yaitu konflik keuangan. Meskipun sudah terencanakan untuk menabung uang sebanyak budget yg dibutuhkan tetap saja membutuhkan pinjaman dari sponsor .... hehehe ...

Acara ini tidak akan berjalan dengan sedemikian lancarnya jika tidak ada pihaknya yg ikut serta membantu semuanya. Orang tua ku merupakan pihak utama yg terus mensupport dari segi jasa dan keuangan. Pihak kantor yg sudah memberikan aku izin kurang lebih 2 minggu untuk acara tersebut. Mas ismadi yg sudah membantu dari segi keuangan sehingga aku ga ketar ketir cari pinjaman. Dan semua teman2 yg juga sudah banyak memberikan berbagai macam support. Aku benar2 mengucapkan terimakasih kepada mereka semua. Tidak lupa juga ucapan terimakasih yg terbesar pada Allah SWT karena tanpa ridho dan izinnya semua acara tersebut tidak akan berjalan sedemikian lancarnya.

Dan semenjak itu aku selalu memanjatkan rasa syukuri dan doa kepada Allah SWT semoga kami menjadi keluarga yg sakinah, mawadah, dan warahma ... semoga keluarga kecil menjadi keluarga yg akan selalu berada dijalanMU, menjalankan semua perintahMU, dan menjauhi semua laranganMU ... ridhoi terus keluargaku ya Allah .... semoga aku bisa menjadi istri yg solehah, serta dicintai oleh suami dan anak2ku .... Aaminn ...




Nah ini saya baru nemu video kumpulan foto saat pertama kali pacaran ... hehehe
Video u n me






read more “My New Life Begins”

Kata sayang

Ma, aku sayang mama
Pa, aku sayang papa"
Nur, aku sayang kamu"

Ketiga kalimat yg seharusnya diucapkan secara langsung malah lebih sering di ucapkan via telpon ... itu pun dalam setahun bisa dihitung berapa kali aku ngucapin kalimat itu ....

Kenapa kalimat seperti itu saja mengucapkanya sangat jarang sekali ... apa itu karena ego? lupa? hilang?
Semoga tidak ketiganya .... bukan ego dan bukan lupa serta bukan hilang ....

Jika ego? kenapa harus ego? apa karena biar ngebuktiin kalo mereka sayang kamu jadi sampai menunggu mereka yg mengucapkan terlebih dahulu?

Jika lupa? apakah karena pekerjaanmu yg menyempitkan waktumu untuk mengucapkan kalimat itu? Apakah pekerjaanmu yg melarang mengucapkan kalimat itu?

Jika hilang? apakah yg membuat mereka hilang? seandainya mereka hilang apakah itu artinya kamu menghapus kalimat itu? ataukah kamu yg sengaja menghilang dari mereka?

Jawaban dari semua pertanyaan itu adalah TIDAK !!!! tidak ada apapun yang bisa membuat ego, ngebuktiin rasa sayang, bisa lupa, tidak ada pekerjaan yg melarang, tidak ada waktu yg menyempitkan kalimat itu dan tidak ada kata hilang dalam kasih sayang.

Kasih sayang layak didapatkan oleh semua orang dan harus diungkapkan agar hatimu lega dan tidak menyesal jika belum mengungkapkan.

Tanpa kita sadari kebanyakan dari orang jarang mengucapkan kalimat itu ... berbagai alasan mereka ungkapkan selebihnya hanya alasan yg tak berarti ... alasan yg dibuat oleh rasa bersalah mereka sendiri ... alasan itu adalah karena TAKUT ....

Kenapa takut bisa menjadi alasan ? itu malah bisa menjadi alasan utama ...

Khususnya untuk anak perantau yg merasakan itu .... takut menjadi alasan mereka untuk tidak mengungkapkan kalimat itu .... takut yg mereka rasakan adalah rasa takut tidak bisa membahagiakan orang yg mereka sayangi ... takut hanya membuat susah ... takut tak bisa membalas budi ....

Hanya karena takut membuat hati dan mulut bertengkar ... hati ingin mengucapkan tapi mulut rasanya seperti mengunci sang lidah untuk menyampaikan kalimat itu.

Sebenarnya apa yg mereka takuti itu berasal dari diri mereka sendiri .... diri mereka yg mengelurkan statment takut itu ...padahal yg harus mereka sadari adalah rasa takut untuk tidak mengucapkan kalimat itu hanya akan menimbulkan penyesalan tiada akhir .... 

Rasa menyesal itu akan timbul setelah kamu kehilangan semua yg kamu sayangi ... mungkin kamu tetep bisa mengucapkan tapi itu hanya dihati ....dan rasa menyesal lebih sakit dari pada rasa takut yg kamu alami ...

Jangan pernah takut untuk tidak bisa membahagiakan mereka ... jangan pernah takut  membuat susah dan jangan pernah takut tidak bisa membalas budi .... karena orang yg kita sayangi merasa bahwa kamu adalah sumber kebahagiannya ..... karena orang yg kita sayangi tidak pernah merasa disusahkan .... karena orang yg kita sayangi tidak membutuhkan balas budi ...

So, apa yg membuat kamu takut ....

Mulai sekarang hapus dan lupakan rasa takutmu .... ucapkan dan sampaikan secara langsung rasa sayang mu kepada orang yg kita sayangi .... sehingga kasih sayang akan melipatkan kebahagianmu ...



read more “Kata sayang”

Mukenah

Marhaban Ya Ramadhan ....

Alhamdulilah Ramadhan tahun ini saya diberi kesehatan sehingga dapat menunaikan ibadah puasa dengan baik ... Semoga bisa tuntas hingga satu bulan ... Aminn

Malam ini pun malam pertama saya melaksanakan ibadah solat terawih ... Sesampainya di masjid yang dekat kosan ... Saya langsung disambut hiruk pikuk anak kecil yang sedang bermain di dalam masjid sambil menunggu adzan isya. Nampaknya merekamasih belum paham dengan makna solat terawih .... mereka hanya mengartikan untuk bisa bermain dengan temannya meskipun didalam masjid.

Ya itulah anak -  anak .... semua anak - anak didunia ini hampir mempunyai tingkah dan pola pikir yang sama yaitu hanya berpikir untuk menyenangkan hatinya tanpa memikirkan etika yang ada disekitar mereka ... Entah cara mereka bermain dimasjid mengganggu para jemaah yang lain atau berpura - pura beribadah tapi sebenernya mereka berharap bisa berlari dan bercanda tengan temang - teman yg lainnya.

Seperti halnya dengan tujuan penggunaan mukenah ... anak - anak selalu berpikir dengan menggunakan mukenah yg warna - warni akan membuat anak tersebut tidak minder dan selalu menganggap mukenah itu seperi gaun princes ... mereka akan berlenggak lenggok selayaknya princess...

Begitu pula dengan pola pikir saya dulu ketika kanak - kanak .... dulu saya selalu menganggap mukenah itu seperti gaun princess ... saya akan selalu cantik jika menggunakan ini ... tanpa memikirkan tujuan dari penggunaan mukenah ini ... dan berharap setiap tahun ibu selalu membelikan saya mukenah ... 

Namun apa daya ekonomi keluarga tidak bisa mendukung harapan saya dulu ... sehingga selama bertahun - tahun saya menggunakan mukenah yang sama dan tidak berubah sedikit pun... Hingga suatu hari, tante saya meninggalkan mukenahnya untuk saya .... waw sungguh hadiah yang tak terhingga untukku ... ketika berangkat ke musolah untuk menunaikan solat terawih, saya seperti mempunyai semangat baru hanya karena menggunakan mukenah tersebut.

Seperti itulah pola pikir ketika kana - kanak ... dan apa yg terjadi sekarang ....alhamdulilah saya dapat membeli mukenah yg saya inginkan ... namun kali ini sangat berbeda dengan pola pikir ketika kanak - kanak ...

Saat bertambah dewasa semakin saya mengerti tentang arti tanggung jawab ... tanggung jawab apapun itu ... jika saya mempunyai motor maka saya harus bertanggung jawab untuk menggunakan semaksimal mungkin sehingga tidak akan mubazir karena mubazir adalah hal yang tidak di sukai oleh ALLAH SWT ....

Demikian juga dengan tanggung jawab mempunyai mukenah ... jika kita setiap tahun membeli mukenah ... apakah mukenah yg lama akan dipakai lagi atau hanya tersimpan rapi di lemari? Jika mukenah sebelumnya hanya tergeletak dilemari maka akan menajdi mubazir kecuali jika kita membeli lalu yg lama kita berikan ke orang lain.

Sehingga hingga saat ini saya hanya mempunyai mukenah sebanyak 2 buah ... yang satu untuk sehari - hari dan yang satu lagi untuk hari raya ... saya bahkan takut untuk membeli lagi jika belum menemukan orang yang mau menerima mukenah lama saya.

Saya sudah tidak memikirkan mirip gaun princess, yg ada dikepala saya adalah tanggung jawab mempunyai mukenah ... dimana kita bertanggung jawab untuk digunakan beribadah dan tidak mubazir ...

Senada dengan hadits ini adalah firman Allah swt :
يَا بَنِي آدَمَ خُذُواْ زِينَتَكُمْ عِندَ كُلِّ مَسْجِدٍ وكُلُواْ وَاشْرَبُواْ وَلاَ تُسْرِفُواْ إِنَّهُ لاَ يُحِبُّ الْمُسْرِفِينَ
Artinya : “Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) mesjid. Makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.” (QS. Al A’raf : 31)


read more “Mukenah”