Alhamdulilah Ramadhan tahun ini saya diberi kesehatan sehingga dapat menunaikan ibadah puasa dengan baik ... Semoga bisa tuntas hingga satu bulan ... Aminn
Malam ini pun malam pertama saya melaksanakan ibadah solat terawih ... Sesampainya di masjid yang dekat kosan ... Saya langsung disambut hiruk pikuk anak kecil yang sedang bermain di dalam masjid sambil menunggu adzan isya. Nampaknya merekamasih belum paham dengan makna solat terawih .... mereka hanya mengartikan untuk bisa bermain dengan temannya meskipun didalam masjid.
Ya itulah anak - anak .... semua anak - anak didunia ini hampir mempunyai tingkah dan pola pikir yang sama yaitu hanya berpikir untuk menyenangkan hatinya tanpa memikirkan etika yang ada disekitar mereka ... Entah cara mereka bermain dimasjid mengganggu para jemaah yang lain atau berpura - pura beribadah tapi sebenernya mereka berharap bisa berlari dan bercanda tengan temang - teman yg lainnya.
Seperti halnya dengan tujuan penggunaan mukenah ... anak - anak selalu berpikir dengan menggunakan mukenah yg warna - warni akan membuat anak tersebut tidak minder dan selalu menganggap mukenah itu seperi gaun princes ... mereka akan berlenggak lenggok selayaknya princess...
Begitu pula dengan pola pikir saya dulu ketika kanak - kanak .... dulu saya selalu menganggap mukenah itu seperti gaun princess ... saya akan selalu cantik jika menggunakan ini ... tanpa memikirkan tujuan dari penggunaan mukenah ini ... dan berharap setiap tahun ibu selalu membelikan saya mukenah ...
Namun apa daya ekonomi keluarga tidak bisa mendukung harapan saya dulu ... sehingga selama bertahun - tahun saya menggunakan mukenah yang sama dan tidak berubah sedikit pun... Hingga suatu hari, tante saya meninggalkan mukenahnya untuk saya .... waw sungguh hadiah yang tak terhingga untukku ... ketika berangkat ke musolah untuk menunaikan solat terawih, saya seperti mempunyai semangat baru hanya karena menggunakan mukenah tersebut.
Seperti itulah pola pikir ketika kana - kanak ... dan apa yg terjadi sekarang ....alhamdulilah saya dapat membeli mukenah yg saya inginkan ... namun kali ini sangat berbeda dengan pola pikir ketika kanak - kanak ...
Saat bertambah dewasa semakin saya mengerti tentang arti tanggung jawab ... tanggung jawab apapun itu ... jika saya mempunyai motor maka saya harus bertanggung jawab untuk menggunakan semaksimal mungkin sehingga tidak akan mubazir karena mubazir adalah hal yang tidak di sukai oleh ALLAH SWT ....
Demikian juga dengan tanggung jawab mempunyai mukenah ... jika kita setiap tahun membeli mukenah ... apakah mukenah yg lama akan dipakai lagi atau hanya tersimpan rapi di lemari? Jika mukenah sebelumnya hanya tergeletak dilemari maka akan menajdi mubazir kecuali jika kita membeli lalu yg lama kita berikan ke orang lain.
Sehingga hingga saat ini saya hanya mempunyai mukenah sebanyak 2 buah ... yang satu untuk sehari - hari dan yang satu lagi untuk hari raya ... saya bahkan takut untuk membeli lagi jika belum menemukan orang yang mau menerima mukenah lama saya.
Saya sudah tidak memikirkan mirip gaun princess, yg ada dikepala saya adalah tanggung jawab mempunyai mukenah ... dimana kita bertanggung jawab untuk digunakan beribadah dan tidak mubazir ...
Senada dengan hadits ini adalah firman Allah swt :
يَا بَنِي آدَمَ خُذُواْ زِينَتَكُمْ عِندَ كُلِّ مَسْجِدٍ وكُلُواْ وَاشْرَبُواْ وَلاَ تُسْرِفُواْ إِنَّهُ لاَ يُحِبُّ الْمُسْرِفِينَ
Artinya : “Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) mesjid. Makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.” (QS. Al A’raf : 31)


0 komentar:
Posting Komentar