Udara malam yang sebenarnya sudah mulai menusuk tulang manusia ....
namun pak Tulus masih terus menarik kuas diatas kanvas ... hal tersebut menarik langkahku untuk duduk disampingnya ...
Dengan dalih ingin mengerjakan tugas kuliah .. alasanku saat aku melangkah kedalam rumahnya ...
Menyatukan inspirasi dan perasaan itulah saat ini yang dituangkan oleh pak Tulus kedalam lukisannya .... tak salah lagi jika pak Tulus dipanggil maestro ... namun dia tidak mengharapkan panggilan itu ... karena memang bukan julukan yang dia harapkan tetapi kedamaian .. ya itu yang dia cari..
Pelukis separu baya ini mulai menceritakan pengalaman hidupnya yang mungkin tidak dapat dirangkai dalam satu buku besar ...
Berawal dari proses kehidupan yang penuh dengan hardik dan tanpa toleransi merupakan batu terjal yang harus dia lalui tanpa ada uluran tangan orang lain ...
Karena meratau dia menjadi mengalami hal itu ..
tanpa ada toleransi ... tanpa tenggangrasa ... tanpa perasaan .. dan mati .. yang mungkin kata mati yang bisa menggambarkan hal itu ...
Namun itu semua menjadi pengalaman bagi pak tulus ... pengalaman yang tidak mungkin dia dapatakan di universitas manapun ..
Baginya STTB (Surat Tanda Tamat Belajar) bukanlah kertas yang selama ini kita terima setelah menyelesaikan pendidikan melainkan batu nisan diatas tanah .. y itulah arti STTB bagi pak Tulus .. dimana STTB itu akan dibayar baik buruknya di akhirat.
Memang semakin banyak manusia dimuka bumi ini yang terus mengunggulkan simbol tanpa memahami arti simbol itu dalam artinya lebih banyak orang yang mengunggulkan penghargaan itu tanpa memahami dan melaksanakan makna penghargaan itu.
Kepandaian dan kepintaran memang mudah didapat tapi itu semua hanya akan menjadi sampah jika kita tidak membaginya pada orang lain.... begitu penuturan pak Tulus.
Semua lukisan yang dilahirkan dari tangan amatir pak Tulus telah banyak menerima sanjungan dari para peminat seni ... namun hal itu tidak membuatnya menjadi besar kepala ... tapi membuatnya semakin rendah hati ... dan tak lepas dari sikapnya yang penuh kesederhanaan .
Karena baginya kesederhanaan adalah kunci kesuksesan dan kunci surga.
Saya sering berpikir bahwa untuk hidup sederhana itu sulit ... ya karena kita ini merasa mampu ... tapi hal itu bisa dilalui oleh pak Tulus ...
Dengan hidup sederhana ... pria separuh baya ini merasa lebih tenang tanpa harus merasa cemas ... walaupun beliau hidup penuh dengan kesederhanaan tetapi tangan kanannya tak pernah luput untuk memberikan sebagian dari rezekinya untuk orang - orang yang membutuhkan.
Sungguh mulia sekali hati pak tulus ... ternyata didunia seperti ini masih ada yang mempunyai hati seperti beliau ...
Semua penuturan beliau membuatku enggan untuk pulang karena aku ingin terus mendengar petuahnya ... namun itu semua tak mungkin karena pak Tulus perlu istirahat....
Malam ini aku pulang dengan pikiran penuh angan ... aku ingin meniru penuturan pak Tulus ....
namun pak Tulus masih terus menarik kuas diatas kanvas ... hal tersebut menarik langkahku untuk duduk disampingnya ...
Dengan dalih ingin mengerjakan tugas kuliah .. alasanku saat aku melangkah kedalam rumahnya ...
Menyatukan inspirasi dan perasaan itulah saat ini yang dituangkan oleh pak Tulus kedalam lukisannya .... tak salah lagi jika pak Tulus dipanggil maestro ... namun dia tidak mengharapkan panggilan itu ... karena memang bukan julukan yang dia harapkan tetapi kedamaian .. ya itu yang dia cari..
Pelukis separu baya ini mulai menceritakan pengalaman hidupnya yang mungkin tidak dapat dirangkai dalam satu buku besar ...
Berawal dari proses kehidupan yang penuh dengan hardik dan tanpa toleransi merupakan batu terjal yang harus dia lalui tanpa ada uluran tangan orang lain ...
Karena meratau dia menjadi mengalami hal itu ..
tanpa ada toleransi ... tanpa tenggangrasa ... tanpa perasaan .. dan mati .. yang mungkin kata mati yang bisa menggambarkan hal itu ...
Namun itu semua menjadi pengalaman bagi pak tulus ... pengalaman yang tidak mungkin dia dapatakan di universitas manapun ..
Baginya STTB (Surat Tanda Tamat Belajar) bukanlah kertas yang selama ini kita terima setelah menyelesaikan pendidikan melainkan batu nisan diatas tanah .. y itulah arti STTB bagi pak Tulus .. dimana STTB itu akan dibayar baik buruknya di akhirat.
Memang semakin banyak manusia dimuka bumi ini yang terus mengunggulkan simbol tanpa memahami arti simbol itu dalam artinya lebih banyak orang yang mengunggulkan penghargaan itu tanpa memahami dan melaksanakan makna penghargaan itu.
Kepandaian dan kepintaran memang mudah didapat tapi itu semua hanya akan menjadi sampah jika kita tidak membaginya pada orang lain.... begitu penuturan pak Tulus.
Semua lukisan yang dilahirkan dari tangan amatir pak Tulus telah banyak menerima sanjungan dari para peminat seni ... namun hal itu tidak membuatnya menjadi besar kepala ... tapi membuatnya semakin rendah hati ... dan tak lepas dari sikapnya yang penuh kesederhanaan .
Karena baginya kesederhanaan adalah kunci kesuksesan dan kunci surga.
Saya sering berpikir bahwa untuk hidup sederhana itu sulit ... ya karena kita ini merasa mampu ... tapi hal itu bisa dilalui oleh pak Tulus ...
Dengan hidup sederhana ... pria separuh baya ini merasa lebih tenang tanpa harus merasa cemas ... walaupun beliau hidup penuh dengan kesederhanaan tetapi tangan kanannya tak pernah luput untuk memberikan sebagian dari rezekinya untuk orang - orang yang membutuhkan.
Sungguh mulia sekali hati pak tulus ... ternyata didunia seperti ini masih ada yang mempunyai hati seperti beliau ...
Semua penuturan beliau membuatku enggan untuk pulang karena aku ingin terus mendengar petuahnya ... namun itu semua tak mungkin karena pak Tulus perlu istirahat....
Malam ini aku pulang dengan pikiran penuh angan ... aku ingin meniru penuturan pak Tulus ....



